Jumat, 12 Februari 2016

Kado Hari Kasih Sayang


ditulis oleh Irene Raflesia, M.Psi, Psikolog
Psikolog Dewasa Klinik Psikologi Pelangi

Hari Kasih Sayang atau lebih dikenal dengan Hari Valentine sudah dekat. Hari ini biasanya memberikan kita kesempatan untuk merenungkan seberapa besar kasih sayang yang selama ini telah kita peroleh dan bagaimana kualitas hubungan antara kita dan orang-orang terdekat. Lajang ataupun berpasangan, kita semua memiliki kebutuhan untuk memiliki hubungan dan ikatan emosional dengan orang lain. Kebutuhan ini tidak hanya tersalurkan pada pasangan saja, namun dapat terpenuhi melalui jalinan hubungan yang dekat dengan keluarga, sahabat, dan teman-teman (Galperin, 2016).


Salah satu cara untuk mengungkapkan kasih sayang yang umum kita temui adalah memberikan kado. Memberi kado dapat dipandang sebagai bentuk pertukaran sosial yang menitikberatkan pada penguatan hubungan antara seseorang dan keluarga atau rekan-rekannya. Dengan kata lain, kado ini berfungsi sebagai instrumen untuk mengekspresikan emosi kita guna menjaga hubungan timbal balik yang terjalin antara diri kita dan orang lain (Nicholson, 2012).

Jika Anda mengalami kebingungan dalam memberikan kado, simak tips-tips berikut untuk mempermudah pencarian Anda:
    1.      Kenali apa yang diinginkan oleh orang terdekat Anda
Kado akan menjadi lebih berarti apabila pemberi mempertimbangkan dengan seksama tentang apa yang menjadi kebutuhan penerima. Memberikan kado yang tepat akan menimbulkan perasaan bersyukur pada diri penerima serta adanya rasa dipahami oleh pemberi kado (Nicholson, 2012). Pertimbangkanlah jenis kado apa yang paling dapat membuat orang terdekat Anda merasa betul-betul dipahami. Misalnya, apabila seorang teman memiliki hobi mengoleksi kartu pos, maka memberikan kartu pos yang belum dimiliki akan menjadi kado yang istimewa dan personal untuk dirinya.


    2.      Berikan pengalaman baru sebagai hadiah
Pemberian kado berupa pengalaman baru terbukti memiliki efek positif terhadap peningkatan hubungan antara pemberi dan penerima kado. Hal ini dikarenakan penerima kado menarik kesimpulan dengan cara mengaitkan dengan emosi yang muncul saat kado tersebut digunakan, bukan pada saat kado tersebut diterima (Cohen, 2016). Meski dilihat dari sifat, pengalaman tidak memiliki bentuk fisik dan tidak dapat digunakan secara berulang, pengalaman ini akan tetap hidup dalam kenangan yang akan dapat terus dikenang serta memperkaya emosi penerima. Kado yang termasuk kategori ini adalah memberikan tiket konser penyanyi favorit, kupon perawatan spa di salon, dan sebagainya.

      3.      Berbagilah hal yang berarti bagi diri Anda
Penelitian membuktikan bahwa baik pemberi maupun penerima kado melaporkan kedekatan yang lebih erat ketika hal yang diberikan tersebut merefleksikan pemberinya (Ankin & Human, 2015). Kado yang Anda berikan ini dapat berupa buku ataupun barang favorit Anda. Dengan berbagi hal favorit ini, Anda secara tidak langsung menyatakan kepedulian Anda terhadap penerima agar ia dapat mengalami hal yang sama.  


Hubungan interpersonal, sebagaimana layaknya dengan pemberian kado, dibangun atas dasar saling menghargai satu sama lain. Oleh karena itu, apa pun bentuk kado yang Anda peroleh, hargailah perhatian dan pertimbangan mereka dalam memilihkan kado untuk Anda. Kado yang diberikan pun tidak selalu harus mengeluarkan sejumlah besar uang. Selama Anda dapat memberikan perhatian penuh, menyisihkan sebagian waktu Anda untuk orang-orang terdekat, dan mengesampingkan keinginan Anda untuk selalu memeriksa ponsel setiap saat, dengan sendirinya hubungan Anda akan menjadi lebih dekat dan mendorong keinginan untuk saling berbagi kasih dan sayang. Selamat hari Valentine.

Ankin, L. B. & Human, L. J. (2015). Give a piece of you: Gifts that reflect givers promote closeness. Journal of Experimental Social Psychology, 60, 8-16.

Cohen, M. (2016). Giving the Gift of an Experience this Valentine’s Day. Diambil dari: www.scienceofrelationships.com/home/2016/2/5/giving-the-gift-of-an-experience-this-valentines-day.html

Selasa, 26 Januari 2016

Pertemuan Keluarga besar Klinik Psikologi.


Jakarta 24 Januari 2015 lokasi di Pelangi ( Plaza Semanggi) . Klinik pelangi menagdakan Pertemuan dengan Seluruh Keluarga Besar Klinik Psikologi Pelangi. dalam hal ini di paparkan oleh Koordiantor Klinik, Psikolog Neta. beliau memaparkan hasil dari kegiatan konseling dan tes minat bakat yang dilakukan di Pusat layanan Tumbuh kembang anak Klinik Psikologi Pelangi

hari ini juga sebagai perpisahan dengan Psikolog Dinda yang akan bertugas di Bangkok Thailand. 

Psikolog Neta dan Psikolog Dinda

Selamat Mendampingi Keluarga di Bangkok Thailand (2016 -2018)

akhir kata
Doa dan segala pengharapan
 Sukses terus untuk Kita Semua








Senin, 25 Januari 2016

Tips mengolah makanan tanpa merusak gizi


Tips mengolah makanan tanpa merusak gizi
Bahan-bahan pangan yang sebenarnya kaya akan nutrisi bisa berubah menjadi makanan kurang sehat bila dimasak dengan cara yang salah.
Padahal ada cara mengolah makanan yang lezat tetapi tetap sehat. Cara memasak dengan suhu tinggi bisa menghancurkan vitamin dalam sayuran, terutama vitamin C, folat, dan potasium, sampai 20 persen.
Mungkin ini sebabnya mengapa penganut pola makan makanan mentah (raw food) meyakini cara terbaik menyajikan makanan adalah dengan tidak memasaknya.
Meski begitu penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar makanan justru akan lebih bernutrisi setelah dimasak, misalnya saja wortel, bayam, dan tomat. Proses pemasakan akan membantu pelepasan antioksidan dengan cara menghancurkan dinding sel sehingga zat-zat penting dalam sayuran itu lebih mudah diserap tubuh.

Berikut adalah 7 metode memasak yang dianggap paling sehat:
1. Menggunakan microwave
Memasak dengan microwave mungkin yang paling sehat karena waktu memasaknya singkat sehingga kerusakan nutrisi lebih sedikit. Penelitian menunjukkan memasak sayuran paling tepat adalah dengan microwave.
Brokoli misalnya, kandungan vitamin C-nya lebih optimal jika dimasak dengan microwave.  Bahan makanan yang dimasak dengan microwave memang bisa menjadi kering, tetapi hal ini bisa dicegah dengan menambahkan sedikit air sebelum dipanaskan. Pastikan pula SIS menggunakan tempat makanan khusus untuk microwave.
2. Merebus
Merebus adalah cara yang mudah dan cepat. SIS hanya perlu menambahkan air dan sedikit garam. Namun suhu yang tinggi dan jumlah air yang banyak bisa mengurangi jumlah vitamin larut air dan mineral dalam sayuran sampai 70 persen. Merebus lebih dianjurkan untuk wortel, brokoli, atau zucchini (sayuran mirip mentimun hijau).
3. Mengukus
Hampir semua jenis bahan makanan, mulai dari sayuran sampai ikan cocok dikukus. Dengan metode memasak ini rasa asli dan nutrisi makanan tetap terjaga.
4. Merebus dengan sedikit air
Merebus dengan sedikit air (poaching) adalah cara yang direkomendasikan untuk makanan seperti ikan, telur, atau buah.
5. Membakar
Ini adalah metode pemasakan makanan langsung ke dalam panas atau api dalam waktu singkat. Pembakaran adalah cara yang dianjurkan untuk memasak daging yang dipotong, seperti sate.
6. Memanggang
Memanggang adalah cara yang dianjurkan untuk mendapatkan rasa daging yang tetap segar dan empuk. Tetapi beberapa riset menyebutkan cara memasak ini bisa meningkatkan risiko kanker pankreas dan kanker payduara.
Memanggang di suhu tinggi akan menghasilkan reaksi kimia antara lemak dan protein dalam daging sehingga menghasilkan toksin yang akan merusak keseimbangan antioksidan dalam tubuh. Hal ini diketahui akan memicu diabetes dan penyakit kardiovaskular.
7. Menumis
Metode pemasakan ini hanya memerlukan sedikit minyak. Hampir sebagian besar bahan pangan cocok dimasak dengan cara ini.
8. Tidak dimasak
Pola makan makanan mentah (raw food) sedang populer belakangan ini. Penganut pola makan ini mengklaim cara ini yang paling sehat karena kandungan vitamin, mineral, serat, dan enzim dalam sayuran tidak akan hilang.
Meski begitu beberapa riset menyebut mengasup makanan mentah akan membuat kita kehilangan likopen dalam tomat serta antioksidan dalam wortel atau bayam.(Lusia Kus Anna/Sumber :Healthland

http://www.superindo.co.id/resep_dan_tips/tips_dan_trik/tips_mengolah_makanan_tanpa_merusak_gizi

Senin, 18 Januari 2016

Psikolog Baru Kami di Januari 2016

foto sinta 1
Sinta Mira, M.Psi, Psikolog 

Mulai Januari 2016 Psikolog Sinta menjadi salah satu ahli kami di Klinik Psikologi Pelangi Kota Wisata,
Beliau praktek di Klinik Pelangi setiap hari Sabtu, dan hari-hari lain sesuai dengan perjanjian. (contact 0812.911.86.736 Klinik Pelangi )
Psikolog lulusan Magister Profesi Klinis Dewasa Universitas Indonesia dengan pengalaman kerja sebagai dosen dan psikolog di Prasetiya Mulya Business School, saat ini menjadi konselor / psikolog di beberapa lembaga. Pernah menjadi narasumber Tabloid Nakita, mengisi konsultasi psikologi di radio, dan menulis artikel psikologi di majalah Forum Manajemen PM. Berpengalaman menangani kasus remaja dan dewasa muda, dalam lingkup pendidikan, karir, sosial, dan emosi. Juga berpengalaman menangani permasalahan dalam hubungan pernikahan maupun hubungan berpacaran. Memiliki pemahaman art therapy dan ego state therapy untuk menangani masalah gangguan cemas dan emosi pada klien dewasa. Selain aktif dalam dunia klinis, juga merupakan certified assessor untuk Assessment Centre dengan banyak pengalaman menangani klien-klien perusahaan swasta maupun BUMN.


KLINIK PSIKOLOGI PELANGI
Amsterdam Boulevard i.1 No 16
Kota Wisata, Cibubur 16968
(Rumah Ballet Destreza dan Elfa’s Music Course )
klinikpelangi@gmail.com
0812-911-86-736
https://www.google.co.id/maps/place/6%C2%B022'12.1%22S+106%C2%B057'21.9%22E/@-6.3717457,106.9592645,15z/data=!4m2!3m1!1s0x2e69937918db01bd:0xf63bb349cc368007?hl=id
Lokasi